Drs. YAP TJWAN BING

yap_tjawn_bing

Drs. YAP TJWAN BING

(1910 – 1988)

Lahir 31 Oktober 1910 di Slompretan – Solo sekolah HCS Gemblekan di Solo (1927), MULO di Madiun, sekelas dengan Ir. Rooseno, (1930), AMS di Malang (1933) selama di Malang ia menjadi anggota perhimpunan sepak bola Hok Sang Hwee, kemudian ia pindah ke SMA di Jakarta, tinggal di asrama Kristen di Kramat Raya dimana ia berkenalan dengan Mr. Amir Sjarifuddin dan memperoleh gelar Drs dibidang farmasi dari Univercity Amsterdam (1939). Di Belanda ia berkenalan dengan Moh. Hatta, karena pecah Perang Dunia Ke – II ia kembali ke Bandung bekerja di apotik Suniaraja, di Bandung ia berkenalan dengan Bung Karno, H. Anshari Husen Kartasasmita, Mangun Sarinodan lain – lain ia menjadi anggota PNI masuk jajaran dewan pimpinan PNI membidangi ekonomi.

Pada tahun 1945 ia diangkat menjadi anggota BPUPKI, pada 7 Agustus 1945 diangkat menjadi anggota PPKI (Panitia Persiapanm Kemerdekaan Indonesia) yang merumuskan UUD 1945. Sesudah PPKI dibubarkan ia menjadi anggota KNIP Pusat sebagai wakil dari golongan minoritas Tionghoa. Berhubung pemerintah RI pindah ke Yogyakarta ia ikut pindah juga dan menjabat sebagai anggota DPR – RI, menjadi Ketua Panitia Persiapan Pendirian CHTH di Solo dan terpilih sebagai Wakil Ketua Chung Hwa Chung Hwee Pusat, atas permintaan Dr. Sardjito ia turut berperan serta dalam pembentukan Fakultas Farmasi UGM dan menjadi Dosen di UGM.

Di Yogyakarta ia mendirikan apotik di Jl. Malioboro dan di Bandung bersama Dr. Ir. Tan Sin Hok, Dr. Tan Peng Ie dan membuat Perkumpulan Akadaemik golongan keturunan Tionghoa. Sesudah CHTH dibubarkan pada tahun 1948, ia mendirikan Persatuan Tionghoa (PT) ia menjadi wakil Ketua PT, pada tahun 1950 berubah nama menjadi Partai Demokrat Tionghoa Indonesia dibawah pimpinan Thio Thiam Tjong dia menolak diangkat menjadi Menteri Negara dalam Kabinet Negara Pasundan di tahun 1950 an, dari Februari s/d Agustus 1950 dia menjadi anggota DPR RIS sebagai wakil pemerintahan Republik dan menjadi dewan Curator ITB di Bandung. Pada Agustus 1950 ia tetap menjadi anggota DPR tetapi sebagai Wakil PNI, tahun 1954 ia turut mensukseskan Konfrensi Asia Afrika di Bandung.

Pada tanggal 10 Mei 1963 terjadi peritiwa rasial di Bandung mobilnya dibakar masa dan bungalow nya di Lembang juga dirusak, istri Yap takut sekali dan teruas menerus menangis, membayangkan putra satu – satunya yang lumpuh terkena penyakit polio tidak dapat menghindar kalau ada kekerasan menimpa dirinya. Atas nasihat dokter Suharso dari Solo, dianjurkan berobat ke luar negeri, dengan berat hati keluarga Yap pasa tahun 1966 pindah ke Los Angelos, Amerika Serikat. Pada 1970 ia terkena stroke beberapa kali, wafat pada 26 Januari 1988 dan dimakamkan di Rose Hill.

Catatan pada buku

“Masalah ganti nama dan perkawinan campuran bukan merupakan masalah negara atau masyarakat, tetapi masalah pribadi dari mereka yang bersangkutan. Berdasarkan pengalaman saya, terbukti bahwa ganti nama dari nama Cina menjadi nama Indonesia tidak menentukan kepatriotan seseorang. Saya berpendapat bahwa mereka yang telah melepaskan nama Cina nya belum tentu merupakan orang yang cinta Negara Indonesia dan sanggup menjadi Patriot Bangsa. Namun hal ini tidak berarti bahwa mereka yang tetap memakai nama Cina itu kurang cinta kepada tanah air tempat mereka dilahirkan yaitu Negara Indonesia tercinta, yang lebih penting dari pada mengganti nama adalahb perubahan sikap mental baik dari golongan pribumi maupun non pribumi, secara mental mereka harus merasa benar – benar sebagai Bangsa Indonesia yang berbentuk Republik dan berdasarkan pada UUD 1945 dan Pancasila”, (YAP p 120)

CONTACT US

We're not around right now. But you can send us an email and we'll get back to you, ASAP.

Sending

Komplek Puri Delta Mas blok H 8-9, Jl. Bandengan Selatan No. 43. Jakarta Utara 14450

©2017 PSMTI exclusively made by Cerberus Works

Log in with your credentials

or    

Forgot your details?

Anal