PSMTI Salurkan Bantuan untuk Korban Gempa Lombok untuk Bangkit

Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) ikut merasakan duka mendalam yang dihadapi para korban bencana gempa di Pulau Lombok. Tak ingin berpangku tangan, seluruh jajaran anggota PSMTI pusat hingga Provinsi NTB berupaya membantu meringankan beban korban bencana.

Selama beberapa hari PSMTI menyalurkan bantuan logistik hingga mengembalikan mental dan semangat para korban bencana gempa untuk melewati musibah yang dihadapi.

“Sejak hari pertama gempa, kami sudah terjun khususnya dari pengurus PMSTI di NTB. Mulai dari wilayah Lombok Timur, Lombok Utara maupun Lombok Barat,” terang Ketua Umum PSMTI pusat David Herman Jaya.

Sumbangan yang disalurkan sebagian besar berasal dari anggota PSMTI. Bentuk bantuan yang disalurkan berupa sembako, selimut, tikar, hingga kebutuhan untuk dapur umum dan beberapa peralatan yang dibutuhkan korban gempa di pengungsian. Tidak hanya memberikan itu, PMSTI juga memberi dukungan mental kepada masyarakat. Bagaimana agar semangat para korban bencana bisa kembali lagi agar mereka beraktivitas normal seperti biasa.

Para anggota PSMTI bahu membahu menyalurkan bantuan langsung kepada masyarakat di sejumlah tenda pengungsian wilayah Lombok Barat, Lombok Utara hingga Lombok Timur tanpa pamrih. Mereka ingin membantu masyarakat secepat mungkin lepas dari trauma akibat gempa.
“Kami berharap masyarakat Lombok bisa belajar dari gempa Padang. Mereka itu luar biasa. Beberapa hari paska gempa, mereka segera bangkit dan kembali beraktivitas dengan rapi seperti tidak pernah ada gempa,” tuturnya.

Meskipun, kesedihan yang ditimbulkan akibat gempa tentu tidak bisa hilang begitu saja. Untuk itulah PSMTI hadir membantu korban bencana meringankan beban mereka dan segera bangkit kembali bersemangat menjalankan aktivitasnya. “Kesedihan tidak akan habis kalau diratapi, tetapi harus segera bersemangat lagi membangun kembali,” ajaknya.

Wakil Ketua Umum Bidang Sosial Hengky Jita menambahkan, bantuan yang diberikan PSMTI nantinya tidak hanya untuk kebutuhan jangka pendek. Tetapi juga bantuan berupa jangka panjang yang berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan dasar. Misalnya saja MCK, fasilitas dapur, hingga peralatan kerja. “Karena kebutuhan dasar masyarakat harus terpenuhi. Agar kualitas hidup, kesehatan dan upaya mereka mencari nafkah bisa terjamin paska bencana. Terlabih mereka yang rusak rumahnya bakalan lama tinggal di pengungsian,” terangnya.

Eddy Hussy, Sekretaris Umum PSTI Pusat mengapresiasi apa yang dilakukan PSMTI NTB. Karena PSMTI NTB dengan cepat dan responsif membantu warga tak lama setelah bencana berlangsung. Ini menurutnya menjadi ciri khas PSMTI. “Karena dimana pun bencana terjadi kami selalu berupaya membantu masyarakat. Kita harus bersama-sama gotong royong memperbaiki kembali rumah yang rusak,” ujar dia.

PSMTI melihat sejuah ini semua masyarakat terketuk membantu korban bencana gempa. Ia juga melihat dari pemerintah pusat sudah melihat dan menyentuh persoalan gempa dengan baik ditambah dengan upaya pemerintah daerah. “Jika semangat bersama ini terus dijaga, maka pemulihan akan segera bisa dilakukan” lanjutnya.

Ia menegaskan PSMTI pusat bersama PSMTI NTB akan bersama-sama membantu memulihkan kondisi warga Lombok. Bantuan dari PSMTI akan terus mengalir sampai situasi Lombok normal kembali. Karena bantuan ini tidak hanya berasal dari PSMTI pusat atau NTB, tetapi juga PSMTI daerah lain seperti Riau, Jawa Tengah, Lampung dan yang lainnya. “Sehingga kami juga berharap semua anggota PSMTI di daerah punya semangat yang sama,” paparnya.

Senada dengan itu Ketua Harian PSMTI NTB The Sian Yung menjelaskan kehadiran PSMTI membantu korban bencana tidak hanya fisik atau material. Tetapi secara psikologis juga harus dipulihkan. “Beberapa lalu kamikoordinir relawan dari Jakarta untuk memberi motivasi pada korban bencana agar tidak trauma berkepanjangan. Kami akan bersinergi dengan semua pihak agar mensupport korban bencana agar mereka pulih kembali,” ucap dia.

“Tidak hanya sekadar memikirkan kebutuhan fisik tetapi membantu mereka untuk kembali bangkit membangun daerahnya,” sambungnya.

Sementara Kepala Desa Jeringo Kecamatan Lingsar Sahril merasa penuh syukur mendapatkan bantuan drai PSMTI. Karena sejauh ini masyarak di desanya mengaku memang sangat membutuhkan bantuan tersebut. Apalagi, di desanya sekitar 90 persen warga terdampak bencana atau sekitar 2.600 warga lebih.

“Kami berterima kasih karena bantuan yang diberikan tidak hanya kebutuhan sehari-hari tetapi trauma healing membantu kami mandiri pulih kembali,” akunya.

Masyarakat Desa Jeringo dikatakannya sangat terbantu atas bantuan dan dukungan dari beberapa pihak luar yang peduli dengan nasib mereka. Ia tak tahu harus bagaimana mengucapkan rasa syukurnya atas kepedulian sejumlah pihak atas bencana yang mereka hadapi. “Masyarakat mulai bangkit dengan adanya bantuan ini. Kami berterima kasih sebanyak-banyaknya,” terangnya. (ton)

0 Comments

Leave a reply

CONTACT US

We're not around right now. But you can send us an email and we'll get back to you, ASAP.

Sending

Komplek Puri Delta Mas blok H 8-9, Jl. Bandengan Selatan No. 43. Jakarta Utara 14450

©2018 PSMTI exclusively made by Cerberus Works

Log in with your credentials

or    

Forgot your details?